sekarang aku bakal nulis blog seputar kota paris (mengobati rasa pengen kesana yang belum kesampaian. hahah lebay).
Paris, adalah Ibukota dari Negara Perancis, salah satu Negara yang terletak di Benua Eropa. kota Paris ini adalah kota yang kaya akan sejarah dan budaya ini memiliki julukan "City of lights", karena kota ini mempunyai begitu banyak lampu, dan kota yang paling terang, namun aku pribadi lebih setuju kalau Paris dijuluki sebagai "Kota romantis", ya karena kota ini penuh dengan keromantisan (so tau ya aku, padahal belum pernah kesana. hihih ).
Paris menjadi salah satu pusat bisnis dan budaya terdepan di dunia, dan campuran politik, pendidikan, hiburan, media, fashion, sains dan seni semuanya membantu statusnya sebagai salah satu kota global terbesar di dunia.dan tentunya Paris adalah kota tujuan paling terkenal para turis, setiap tahunnya saja mencapai hingga 30 juta pengunjung asing.
Sejarah kota Paris, Tanda-tanda arkeologi awal pemukiman permanen di Paris berawal di tahun 4200 SM, sub-suku Senones kelt, atau yang dikenal sebagai kaum pedangan ini, tinggal di daerah dekat sungai Seine sejak 250 SM. Romawi menguasai rawa Paris tahun 52 SM. Kejatuhan kekaisaran Romawi dan serangan Jermanik abad ke-13 membawa kota ini ke dalam era kegelapan. Tahun 400 M Lutèce, yang kemudian ditinggalkan oleh penghuninya, hanya berupa kota garnisun kecil di dalam pulau tengah berbenteng tak beraturan. Kota ini menerima nama "Paris" di akhir pendudukan Romawi.
Sekitar tahun 500 M, Paris adalah pusat bagi Raja Frank, Clovis I, yang membangun katedral dan biara pertamanya ditujukan pada keturunannya, yang kemudian menjadi santo pelindung kota, Sainte Genevieve. Paris kehilangan posisinya seabgai ibukota Perancis ketika diduduki oleh Burgundia sekutu Inggris selama Perang seratus tahun, tapi memperoleh gelarnya kembali ketika Charles VII mengklaim kembali kota ini tahun 1437. Meskipun Paris menjadi ibukota lagi, Kerajaan ditempatkan di kastil Lembah Loire. Selama Perang Agama Perancis , Paris menjadi basis partai katolik, mengakibatkan Pembantaian hari St. Bartholomew (1572). Raja Henry IV mendirikan kembali istana kerajaan di Paris tahun 1594 setelah berpindah agama ke Katolik Roma (dengan kalimat terkenalnya: Paris sangat pantas merayakan Misa). Selama Fronde, warga Paris memberontak dan keluarga kerajaan meninggalkan kota (1648). Raja Louis XIV pindah ke istana kerajaan permanen di Versailles tahun 1682. Seabad kemudian, Paris menjadi pusat Revolusi Perancis, dengan Penyerangan Bastille tahun 1789 dan penjatuhan monarki tahun 1792.
Kota ini mengalami renovasi besar-besaran ketika Napoleon III dan prefet-nya Haussmann, yang meratakan seluruh distrik sempit, melebarkan jalan raya untuk membuat jaringan jalan lebar dan façade neo-klasik Paris modern. Program "Haussmannisasi" ini dirancang untuk membuat kota lebih indah dan lebih bersih bagi para penduduknya, meskipun memiliki keuntungan lebih pada pemberontakan atau revolusi yang akan datang, pasukan berkuda dan senapan dapat digunakan untuk meredam pemberontakan setelah taktik pengepungan pemberontak yang sering digunakan selama Revolusi tidak terpakai lagi.
Paris kembali pulih dengan cepat dari peristiwa tersebut untuk menyelenggarakan Pameran Universal di abad ke-19. Menara Eiffel dibangun sebagai peringatan Revolusi Perancis pada Pameran Universal 1889.
Selama Perang Dunia I, Paris berada di garis depan perang, telah membendung serangan Jerman atas kemenangan Perancis dan Britania pada Pertempuran Pertama Marne tahun 1914. Di tahun 1918-1919, terjadi parade kemenangan Sekutu dan perundingan perdamaian. Pada periode antar perangParis terkenal karena masyarakat yang berbudaya dan berseni dan kehidupan malamnya. Kota ini menjadi tempat berkumpulnya pelukis dari seluruh dunia, dari komposer terusir Rusia Stravinsky dan pelukis Spanyol Picasso dan Dali hingga penulis Amerika Hemingway. Sementara itu, dalam usaha mendorong wajah Paris metropolitan pada kompetisi global, beberapa pencakar langit supertinggi (300 m / 1,000 ft dan lebih) telah disetujui sejak 2006 di distrik bisnis La Defense, di barat batas kota, dan dijadwalkan selesai awal 2010-an. Pihak Kota Paris juga mengumumkan mereka merencanakan pembangunan pencakar langit di dalam batas kota dengan memperbarui batas tinggi bangunan untuk pertama kalinya sejak konstruksi Tour Montparnasse pada awal 1970-an.
ini pemandangan menghadap kota Paris, pada sore hari, dari atas Tour Montparnasse
ini adalah beberapa wisata yang biasa dikunjungi oleh para turis yang berkunjung ke kota Paris :
Avenue des champs elysees (arondisemen 8, tepi kanan) adalah taman abad ke-17 yang diubah menjadi jalan yang menghubungkan Concorde dan Arc de Triomphe. Salah satu atraksi turis dan jalan perbelanjaan besar di Paris. Jalan ini telah dijuluki la plus belle avenue du monde ("jalan terindah di dunia").
Conciergeire Terletak Ile de la Cite, merupakan bangunan pertengahan yang sebelumnya digunakan sebagai penjara dimana beberapa anggota ancien regime menetap sebelum kematiannya selama Revolusi Perancis.
Nah ini dia tempat yang pasti semua orang pengen datengin, that's right. Menara eiffel, Tempat wisata ini adalah hasil rangkaian 18.083 besi yang dibangun antara 1887 dan 1889. Meski dibangun untuk merayakan seabad revolusi Perancis, pembuatannya sendiri mengundang kritik dari seluruh Perancis. Kalangan seniman menilai tidak adanya keindahan dari Eiffel, sedang para arsitektur mendebat ketahanan angin pada strukturnya. Meski begitu, ikon Perancis ini tetap setia dikunjungi jutaan orang setiap tahun.
Palais Garnier, adalah salah satu bangunan di Paris, Perancis yang berfungsi sebagai gedung pertunjukkan opera. Bangunan ini didesain oleh Baron Haussmann pada tahun 1858, dan dibangun oleh Charles Garnier tahun 1861. Diperkirakan panggung Palais Garnier mampu menampung 450 aktor dan aktris dan auditorumnya mampu menampung 2000 orang.
Parc de la Villete, memiliki sebuah museum ilmiah, dan yang merumahkan berbagai institusi musik, museum, dan ruang konser.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar