Saat kegelapan menyelimuti hari, Matahari datang menyilaukan sinarnya, mengubah arti akan pandangan kehidupan.. matahari seolah menyatakan 'jangan kau redupkan sinar dalam hatimu, karna matahari akan sedih dan kehilangan arah saat tak melihat sinar dari hatimu'
hati yang bagaikan berlian akan selalu terpancarkan sinarnya walaupun kala kegelapan datang dan matahari akan senantiasa menuntun kemana hatimu harus melangkah, karena saat ini matahari adalah bagian dari hatimu, dan matahari akan selalu menginginkan pancaran sinar berlian yang ada dalam hatimu, pancaran sinar berlian yang kini benar-benar memancarkan sinar aslinya karena kehadiran sang matahari.
sang matahari hingga saat ini masih menuntun hatiku, dan aku bertanya 'apa kau merasa lelah saat harus selalu menemaniku?' , 'tak akan ada kata lelah, saat aku harus menuntunmu.' jawab sang matahari, lalu aku bertanya kembali 'apa alasanmu ingin selalu menuntunku?' dengan singkat sang matahari menjawab, 'karna kini aku bagian dari hatimu'.
'mengapa kau ingin menjadi bagian dari hatiku?'
'karna aku ditakdirkan untuk menjadi bagian dari hatimu, dan aku tak ingin kau berfikir atau mencoba untuk meredupkan sinar hatimu.'
'masih banyak hati lain yang bisa kau temani, mengapa harus aku?'
'karna kamu adalah alasan aku untuk menyinari hari.' ...........
hatiku bahagia saat matahari selalu menemaniku, tapi selalu ada rasa takut dalam hati, takut suatu saat matahari akan meninggalkanku dan hati ini akan redup, bahkan mungkin tak akan memancarkan sinar berliannya lagi,.
*sosok matahari yang asli selalu menemani hari-hari sepanjang harinya, begitu juga dengan sang matahari yang akan selalu menemani hatimu, saat matahari tiada maka kau pun tak akan ada lagi...
tulisan ngaco disaat galau. hahahaha....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar